Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas PTIQ Jakarta merupakan manifestasi komitmen institusi dalam memperkuat kepemimpinan intelektual di bidang Manajemen Pendidikan Islam melalui pengembangan keilmuan yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an dengan teori-teori manajemen modern. Kehadiran program doktor ini merupakan respons terhadap tuntutan transformasi pendidikan tinggi Islam yang semakin kompleks, baik pada level nasional maupun global, yang menuntut lahirnya pemimpin, akademisi, peneliti, konsultan, dan pengambil kebijakan yang memiliki kapasitas menghasilkan inovasi, tata kelola, dan model pengembangan pendidikan Islam yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Pendirian Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam tidak hanya didasarkan pada kebutuhan pembukaan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tetapi juga berangkat dari kesadaran bahwa pendidikan Islam memerlukan paradigma baru dalam pengelolaannya. Perkembangan revolusi industri 4.0, society 5.0, digitalisasi pendidikan, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), internasionalisasi perguruan tinggi, hingga meningkatnya tuntutan terhadap budaya mutu dan tata kelola perguruan tinggi yang baik (good university governance) menuntut hadirnya disiplin ilmu Manajemen Pendidikan Islam yang mampu menghasilkan teori, model, dan praktik baru yang relevan dengan tantangan abad ke-21. Oleh karena itu, Universitas PTIQ Jakarta memandang perlu membangun program doktor yang tidak hanya menghasilkan lulusan bergelar doktor, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu (center of excellence) dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam berbasis nilai-nilai Al-Qur'an.
Prof. Dr. Made Saihu, M.Pd.I. merupakan Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Islam sekaligus akademisi yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan Manajemen Pendidikan Islam, studi Al-Qur’an, moderasi beragama, pendidikan multikultural, kepemimpinan pendidikan, serta inovasi tata kelola perguruan tinggi Islam. Saat ini beliau mengabdi di Universitas PTIQ Jakarta sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik juga diamanahkan menjadi Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam serta dosen pada Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam.
Lahir di Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, perjalanan akademiknya ditempuh secara berjenjang melalui pendidikan Sarjana Pendidikan Agama Islam di STIT Al-Mustaqim Negara, Bali, Magister Pendidikan Islam di Universitas Darul Ulum Jombang, dan Doktor Pendidikan Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Disertasinya mengangkat tema Pendidikan Pluralisme Agama di Bali, yang menjadi fondasi kuat bagi pengembangan pemikiran beliau mengenai pendidikan multikultural dan harmoni sosial berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.
Doktor Manajemen Pendidikan Islam
Rumusan Visi Keilmuan Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam
Menjadi pusat pengkajian dan pengembangan Manajemen Pendidikan Islam berlandaskan Adaptive Learning Organization berbasis epistemologi Qur'anic Worldview melalui riset inter, multi, atau transdisipliner untuk menghasilkan inovasi dan transformasi pendidikan Islam yang berkelanjutan.
Jumlah Mahasiswa Aktif
Jumlah Mahasiswa Baru
VisiNews.net - Rencana penutupan program studi kependidikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan dalih “kejenuhan” merupakan gejala klasik dari kebijakan pendidikan yang ditarik ke orbit teknokratis, yaitu faktor efisiensi, relevansi pasar, dan kalkulasi statistik.
Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul "Menutup Prodi Kependidikan di Era Dunia yang Mencerdaskan Diri: Antara Pragmatisme Kebijakan dan Krisis Kesadaran Peradaban"
Baca selengkapnya di: https://www.visinews.net/opini/2722607722/menutup-prodi-kependidikan-di-era-dunia-yang-mencerdaskan-diri-antara-pragmatisme-kebijakan-dan-krisis-kesadaran-peradaban
VisiNews.net - Semboyan “Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara sejatinya merupakan bangunan filosofis yang utuh, sebuah kerangka kepemimpinan pendidikan berbasis keteladanan, partisipasi, dan pemberdayaan. Namun, dalam praktik pendidikan kontemporer, semboyan tersebut mengalami pembekuan makna, semboyannya tetap dihafal, tetapi tidak lagi dioperasionalkan. Semboyannya seringkali hadir sebagai simbol, tetapi absen sebagai sistem. Erosi ini dapat dibaca melalui data empiris yang menunjukkan adanya krisis kualitas sekaligus arah pendidikan.
Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul "Filosofi yang Membeku: Ketika 'Tut Wuri Handayani' Menjadi Slogan"
Baca selengkapnya di: https://www.visinews.net/opini/2722609081/filosofi-yang-membeku-ketika-tut-wuri-handayani-menjadi-slogan
Prodi Doktor MPI Universitas PTIQ Jakarta Jalin Kerja Sama dengan Madrasah Tahfidz Qur’an An-Nur Kamboja melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Internasional
Memperkuat Internasionalisasi Pendidikan Tinggi Islam melalui Kemitraan Strategis Global
Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta terus memperluas jejaring akademik internasional sebagai bagian dari komitmennya mewujudkan pendidikan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Norton University, salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Phnom Penh, Kamboja, yang memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan pendidikan tinggi dan kolaborasi internasional.
Prodi Doktor MPI Universitas PTIQ Jakarta Jalin Kerja Sama dengan Madrasah Tahfidz Qur’an An-Nur Kamboja melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Internasional